Hambatan komunikasi pasangan perkawinan antar budaya suku Pakistan –suku Melayu

Penulis

  • Pramisdi Winanto Saputro Universitas Tangerang Raya

DOI:

https://doi.org/10.63494/jupisi.v3i1.175

Kata Kunci:

Perkawinan campuran, Budaya Melayu-Pakistan, Hambatan komunikasi, Komunikasi lintas budaya

Abstrak

Perkawinan beda bangsa di Indonesia sering menimbulkan banyak masalah dan hambatan kaomunikasi, ketentuan yang berkenaan dengan perkawinan telah diatur oleh negara. Perkawinan suku Melayu dan Pakistan jadi tema skripsi ini.Dalam hukum perundang-undangan yang ada di Indonesia telah di atur secara jelas tentang perkawinan kususnya dalam perkawinan campuran beda kewarganegaraan.tapi perkawinan disini lebih membahas tentang hambatan dan juga proses komunikasi dalam kehidupan perkawinan. Teori penelitian disini lebih mengambil pada teori perilaku dan komunikasi lintas budaya,Hal ini disebabkan adanya dua atau lebih sistem hukum yang digunakan. Perbedaan dasar hukum yang dipakai dan perbedaan dalam menafsirkan hukum menjadi masalah utama dan hambatan komunikasi dalam perkawinan campuran tersebut.Berangkat dari permasalahan tersebut, penulis tertarik untuk melakukan penelitiannya, dengan tiga rumusan masalah, yakni (1)Bagaimana hambatan komunikasi dari perkawinan campuran terhadap proses kehidupan; (2)Bagaimana metode penelitian dan data yang dikumpulkan dalam penetian ini; (3)Bagaimana kesimpulan tentang hambatan komunikasi.Kesimpulan dari penelitian ini alah pemecahan hambatan komunikasi yang muncul dari perkawinan lintas budaya suku Melayu dan Pakistan dalam ikatan lembaga perkawinan.Termasuk bagaimana seluk beluk unsure perbedaan keduanya,dan bagaimana cara menghadapi hambatan komunikasi pada perkawinan,meskipun ada beberapa hambatan tapi selalu ada pemecahan dan menjadikan harmonis hubungan perkawinan sampai sekarang.

Unduhan

Diterbitkan

2023-11-06

Cara Mengutip

Saputro, P. W. (2023). Hambatan komunikasi pasangan perkawinan antar budaya suku Pakistan –suku Melayu. Jurnal Pendidikan Dan Sains (JUPISI), 3(1), 48–55. https://doi.org/10.63494/jupisi.v3i1.175

Terbitan

Bagian

Articles
Abstrak viewed = 218 times

Artikel paling banyak dibaca berdasarkan penulis yang sama