Peran pembelajaran Bahasa Indonesia di pendidikan tinggi dalam membangun critical thinkingmahasiswa di era society5.0 melalui debat ilmiah
DOI:
https://doi.org/10.63494/jupisi.v3i1.171Kata Kunci:
Critical Thinking, debat ilmiah, Pembelajaran Bahasa Indonesia, Society 5.0Abstrak
PerkembanganSociety 5.0 menuntut adanya kemampuan 4C (communication, collaboration, critical thinking & problem solving, creativity and innovation) bagi mahasiswa. Kemampuan tersebut dapat dibangun melalui keterampilan berbahasa yang menjadi capaian dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuanmengungkap bagaimana rancanganpembelajaran Bahasa Indonesia di pendidikan tinggi dalam membangun critical thinking & problem solving pada mahasiswa melalui debat ilmiah. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan Design Based Research (DBR). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa desain pembelajaran keterampilan berbahasa melalui debat ilmiah, mahasiswa dapat melatih keempat keterampilan berbahasa, meliputi: keterampilan membaca, berbicara, menyimak, dan menulis. Selainitu, dengan debat ilmiah, mahasiswa tertuntut untuk berpikir kritis dan menemukan solusi atas kasus yang diangkat dalam debat, berkolaborasi dengan tim untuk membangun argumen, dan berlatih mengomunikasikan argumennya atas kasus yang sedang dibahas. Dengan demikian, pembelajaran Bahasa Indonesia melalui desain debat ilmiah berperan penting dalam membangun kemampuan critical thinking yang dibutuhkan mahasiswa di era Society5.0.








